Friday, 29 July 2016

Tokyo Marui




Tokyo Marui Head Office, Tokyo Ayase Yonchome


Untuk awal seri pembahasan tentang pabrikan airsoft, tidak afdol klo gak nyebut merk satu ini, pionir produsen airsoft level dunia, terkenal akan presisi, keotentikan detail dan kualitasnya, menjadikan merk ini sebagai salah satu rujukan replika pabrikan airsoft lainnya. kebayang gak? pabrikan lain melisensi (ada juga yg tanpa izin) replika senjata dari perusahaan replika lainnya? ruarrr biasaaa.

oke balik ke sejarah nya yaa.
didirikan oleh Mr. Iwao Iwasawa di tokyo, jepang. tanggal 4 Mei 1965 tepatnya di  adachi-ku, Tokyo Yanagihara Chome. Dengan nama Marui Tokyo (kebalikan dari nama sekarang). ini adalah perkembangan perusahaan tiap masanya, dikutip dari company profile resmi dari marui :
- 1966 : Relokasi kantor pusat di adachi-ku, Tokyo ayase chome
- 1969 : Cetakan unit pertama mulai di bangun di pabrik
- 1972 : Pusat distribusi pertama dibuka di prefektur Saitama Yasio Ukizuka
- 1978 : Pabrik chiba di buka di Kimitsu, Prefektur Chiba Tsuneyo
- 1981 : Pusat distribusi kedua dan pabrik Yashio dibuka di Saitama, Prefektur Yashio Chome
            Pabrik Ibaraki dibuka di Prefektur Ibaraki Iwai City (sekarang Bando)
- 1985 : Berubah nama menjadi Tokyo Marui
- 1987 : Gedung baru selesai di adachi-ku, Tokyo Ayase Chome.
- 1988 : Pusat distribusi baru yang sangat luas selesai, di Tsukuba, Prefektur Ibaraki
- 1994 : Memulai cetakan tranfer untuk ekspansi bagian dalam soka, Saitama Nisato Cho
- 1998 : Ekspansi kantor pusat selesai di Adachi-ku, Tokyo Ayase Yonchome, digunaka sampai sekarang.
Berikut ini adalah gambar dari fasilitas produksi, purna jual dan distribusi dari Tokyo Marui :

Gedung Layanan purna Jual di Adachi-ku, Tokyo Ayase

 Pabri Cetakan di Takenotsuka center

Tokyo Marui adalah salah satu pabrikn airsoft tertua di dunia, mereka pertama kali mengeluarkan produk AEG nya pada tahun 1992, dan ini adalah AEG pertama di dunia loh... disaat pabrikan lain belum kepikiran bikin aeg, merka udah menelurkan produk pertama berupa replika rifle AEG F4MAS F1, replika senjata standar angkatan bersenjata Prancis. mari kita ulas specnya ya :
Features:

  • Full polymer body, true to the real FAMAS
  • Unparalleled Japanese reliability and quality control
  • Working changing handle
  • Ambidextrous controls
  • Bullpup design allows longer length barrel in shorter overall package
  • All-around user friendly ergonomics
  • Integrated bi-pod
  • Length: 760mm
    Weight: 3000g
    Magazine Capacity: 60rd Standard Mag. Accepts all TM compatible FAMAS style magazines
    Muzzle Velocity: 280 FPS (Measured with 0.20g BBs)
    Gearbox: Version 1
    Motor: EG560
    Fire Modes: Semi/Full-Auto, Safety
    Package includes: Gun, Magazine, Manual, Small-to-Large Tamiya Adapter
    Battery: 8.4v 1600mAh Small Type recommended (not included)
    Hop-up: Yes, adjustable
    Penampakan Marui F4MAS F1
    Sampai sekarang pun, unit ini masih di produksi secara lisensi  oleh beberapa pabrikan airsoft lainnya. tak lama setelah kemunculan AEG ini, barulah beberapa kompetitor mulai masuk ke pasar electrik. Produk tokyo marui semuanya memakai bbahannon metaluntuk body, tapi ada beberapa parts yang menggunakan metal, contoh untuk produk replika Type 89 rifle dan AK-74M dimana semua part eksternalnya adalah metal. sering ada yang bertanya, mengapa marui kok gak menghasilkan produk berbahan full metal semua? produk2 ACM (all china made) aja kebanyakan udah full metal loh. disini rahasianya, pemerintah Jepang menerapkan kebijakan yg ketat tentang peredaran senjata, termasuk untuk replikanya, mereka melarang penjualan dan produksi replika berbahan konstruksi metal karena mereka kawatir bila suatu saat ada yg mamu memodifikasi replika ini menjadi bekerja seperti real steelnya, memang standar metal utk real steel dan airsoft jelas beda, tapi pemerintah Jepang ingn menutup segala celah yg ada, dan menekan seminimal mungkin penyalahgunan oleh mainan ini.
    tapi sudah jadi rahasia umum, meskipn tanpa konstruksi metal di bodynya, kualitas material plastik yang mereka pakai setara dengan kekuatan metal yg dipakai paabrian ACM, malah ada yang mengatakan klo plastik marui lebih awet. 

    Seiring berkembangnya jaman, perusahaan ini tidak hanya memproduksi replika senjata lagi, mulai bertahap dengan memproduksi mainan remote control, model scale, baik itu mobil, kereta, action figure dll, bahkan baru2 ini, mereka mencoba terjun ke produksi skuter listrik. tanpa meninggalkan aura sebagai salah satu pabrkan airosft terbesar dan terbak di dunia.

    Wednesday, 27 July 2016

    Apa itu Airsoft? Apa itu Airgun? Temukan Perbedaan nya!!

    Yups, ulasan saya yang kedua ini tentang perbedaan dari dua saudara kandung beda ibu ini, hehehe, kenapa kok saya sebut saudara kandung? karena pada dasarnay mereka ini sama2 replika dari senjata asli nya, tapi keduanya punya perbedaan yang sangat mendasar, mari kita simak satu persatu

    Bentuk BB/Peluru

    Ini inti sebenernya dari semua perbedaan yang ada, penggunaan peluru (dalam airsoft langsung disebutkan dengan kata BB). Airsoft diciptakan untuk sarana bermain perang2an atau Wargame, sudah tentu membutuhkan peluru yang solid tapi tetap tidak mematikan dengan ukuran laju lontaran yang rendah, maka digunakanlah peluru plastik bulat atau yang sering disebut dengan Ball Bearing atau BB, untuk airsoft, sebenarnya ada 2 ukuran diameter untuk BB, 6mm dan 8mm, dengan pembagian berat yang berbeda, mulai 0.12gr, 0.2gr, 0.28gr, 0.3gr dll. Akan tetapi penggunaan BB 8mm sudah sangat jarang ada sehingga banyak airsofter yang hanya tau tentang BB ukuran 6mm saja, dan perlu di ingat lagi, bahwa airsoft hanya menggunakan BB yang terbuat dari Plastik atau material sejenis yang aman digunakan dalam permainan simulasi peperangan (tentunya dengan aturan dan standar pemakaian safety gear yang ketat). 


    Perbandingan Fisik dari BB 6 mm dan 8 mm
    Sekarang kita bahas tentang peluru airgun, ada beberapa kontroversi yang menyatakan bahwa semua unit replika yang menggunakan bb diluar 6 dan 8 mm (BB Plastik) adalah termasuk airgun, mengesampngkan jenis pendorongnya. kata2 itu memang ada benarnya tapi menjadi kontroversi bila kita bicara pendorongnya, green gas atau co2, karna ada unit hybrid yg menyertakan magazine co2 dan green gas sekaligus! tentunya dengan alasan kusus, kita akan bahas di sub segmen berikutnya, kembali lagi ke penggunaan peluru airgun, dalam airgun dikenal dengan istilah peluru metal/gotri, dengan diameter 4.5mm dan 6mm (what?! ada 6mm nya juga?? tenang, peluru ini bukan BB plastik 6mm, tapi gotri metal 6mm). peluru gotri ini saya juga belum tau apakah pembeda dalam beratnya atau cuman satu jenis saja, yang sering digunakan itu beratnya 0.33g. selain itu, ada beberapa jenis airgun yang menggunakan peluru mimis 4.5mm, alias peluru yang jamak digunakan oleh senapan angin. Airgun ini tidak bisa, saya ulangi TIDAK BISA dipakai dalam permainan simulasi peperangan, karna sifatnya yang Lethal alias mematikan. 
    Contoh Gotri Metal AIRGUN 4.5dan 6 mm

    Tenaga Penggerak

    Kita mulai dari airsoft ya, karena dalam airsoft ada banyak jenis dan rupanya.

    1. AEG (Automatic Electric Gun)
    Aeg ini menggunakan tenaga penggerak Batere untuk menggerakan piston dan akhirnya melontarkan BB, menggunakan Gearbos (Gb) Metal. jenis ini yang jamak dimiliki para airsofter, selain karena jenisnya yang paling banyak, perawatan dan harga nya tidak semahal yang menggunakan green gas, biasanya berkapasitas bb melimpah dalam tiap magazine nya, aeg ini pun mempunyai beberapa pengelompokan lagi, diantaranya :

     Mekanisme dalam AEG gearbox V2.


    - LPEG (Low Preasure Electric Gun)
    LPEG ini pada intinya sama dengan AEG, baik jenis tenaga penggerak dan mekanismenya, perbedaannya terletak pada material gearbox dan part penggerak lainnya, menggunakan part yang lebih lemah, sehingga daya lontar BB nya lebih rendah dari AEG, menggunakan BB 0,12gr yang lebih ringan dari BB lain nya.

    - NBB (Non Blowback)
    Pada dasarnya semua AEG adalah NBB, yupss. bisa diartikan bahwa NBB adalah tanpa gaya tolak balik (blowback), kecuali beberapa seri yang nanti kita bahas setelah ini. Tapi pada kenyataan nya istilah NBB disematkan kepada replika Handgun berpenggerak batere, 
    - EBB (Electric Blowback)
    Benar!! Ini adalah kebalikan dari NBB, pada unit jenis EBB, di sertakan fitur tolak balik alias Blowback, jadi sensasi yang dirasakan airsofter penggunannya lebih banyak, namun ada beberapa keluhan dari para user EBB, karna mekanisme blowback ini ternyata sedikit banyak mengorbankan kecepatan laju dari BB, jadi ada keunggulan dan kekurangannya.

    2. SPRING AIRSOFT (Atau Spring saja)
    Nah, temen2 waktu kecil dulu pernah gak beli mainan tembak2an pake peluru bulet, sekali kokang sekali tembak, harganya terjangkau banget, betulllll... itu termasuk jenis airsoft loh, namanya Spring (Pegas), dinamakan Spring karena memang tenaga pendorongnya adalah mekanisme pegas yang menggerakan piston, tapi eits jangan salah, ada loh jenis airsoft spring yang harganya berju jut menyamai harga sebuah unit pendorong gas, jenisnya adalah Spring Bolt Action, jenis ini digunakan oleh airsoft replika Sniper Rifle, yang mekanisme senjata aslinya pun sama2 sekali kokang, sekali Tembak.
    Spring powered Bolt Action Airsoft 

    3. GBB/GBBR (Gas Blowback/Gas Blowback Rifle)  
    Ini adalah jenis airsoft yang feelnya bisa dikatakan paling mirip dengan real steelnya, coba bayangkan, tanpa bunyi dinamo atau berisiknya gearbox, ada suara letusan dan yang pasti, blowbacknya yang bikin ketagihan, once you blowback, you'll never go back!! Tapi dibalik semua ke "wah" an nya, pasti ada konsekuensi lebih bagi para penggunanya, seperti mahalnya green gas, minimnya jumlah BB dalam tiap magnya (coba bandingkan, rata2 isi BB mag M4 AEG adalah 200-300 butir, sedangkan untuk mag m4 GBBR hanya 30-40 butir!), belum lagi harga part yang pastinya sedikit lebih mahal dari jenis yang lain, menggunakan penggerak gas untuk menggerakan piston, jenis gas yang dipakai adalah green gas.
    Mekanisme Kerja GBB
    Berikutnya kita masuk ke mekanisme Airgun : 

    Airgun dalam sekala umum hanya menggunakan satu jenis saja, yaitu gas CO2 yang disimpan dalam tabung kecil ukuran 12 gram, sebesar jempol manusia dewasa. Satu tabung bisa digunakan sampai beberapa kali tembakan penuh, namun, tabung ini sebagaimana green gas, tidak dapat diisi ulang, memang ada kontroversi beberapa pabrikan airsoft yang menyertakan magazine untuk co2 bersama dengan magazine green gas, seperti pada salah satu pabrikan asal taiwan untuk seri KP nya, namun, penyertaan magazine co2 ini bukan berarti merubah airsoft gbb menjadi airgun, karena pabrikan menyertakan mag co2 untuk para pengguna di negara dengan suhu rendah, seperti beberapa negara di eropa, di suhu rendah, green gas tidak begitu maksimal. sehingga membutuhkan penggerak yg lebih mumpuni, tapi apakah aman menggunakannya di negara tropis? jawabannya ada di tiap safety marshal dalam organisasi yang ada, karna sebelum melakukan simulasi, pasti diadakan pengukuran laju menggunakan chrono, bila batasan keselamatan tidak terlampaui, masih aman kok, dan juga, unit airsoft hybrid ini, meskipun menggunakan co2, tetap tidak sekencanh airgun dalam melontarkan peluru.
     
     Salah satu contoh Unit Airgun dan Gotri 4,5mm nya

    Tabung gas CO2 12 gram


    Batasan FPS (Feet Per Second)

    Jujur saja, ini masih menjadi kontoversi, karna beberpa klub menggunakan patokan FPS berbeda, tapi untuk airsoft, kisarannya antara 400-500fps, karna ditembak dengan BB kecepatan segitu sudah bisa meninggalkan bekas dan rasa sakit yg lumayan kerasa (bangetttt, hehehehe). nah sedangkan untuk airgun, tidak ada batasan FPS, karena semakin cepat FPS, maka semakin baguslah airgun itu.

    Contoh Chrono machine

    sekian dulu ya ulasan kali ini, untuk berikutnya akan kita ulas tentang pabrikan Airsoft legendaris dan peraturan permainan airsoft di seluruh dunia......


    Sunday, 24 July 2016

    Sejarah Awal Permainan Airsoft gun

    Awal Kemunculan

    Permainan ini berawal dari wilayah Jepang di awal tahun 1970, seperti kebanyakan permainan kreatif lainnya, jepang adalah negara yang penduduknya punya totalitas dan integritas tinggi dalam segala hal, pun demikian dengan hobi.
    Mereka berusaha menyalurkan hobi dan cita-cita yang selama ini hanya mereka pendam, mengingat menjadi seorang prajurit tidak semua orang yg bisa dan mampu

    Inilah yang disebut permainan Airsoft War, berkembang di Jepang sejak 10 tahun silam. Sedangkan senjata permainan ini berumur lebih tua lagi: dari tahun 1886. Pada abad ke-19 itu, Clarence Hamilton—seorang penemu asal Plymouth, Amerika Serikat—menawarkan sebuah mainan mirip pistol betulan dengan peluru bola timah berukuran kecil dan pelontar berupa udara yang dimampatkan, kepada sebuah pabrik pembuat penggilingan.

    Mulanya, senjata mainan yang dinamakan BB Gun itu (BB merupakan singkatan dari ball bearing) dijadikan bonus yang diberikan kepada para petani yang membeli penggilingan, hadiah bagi anak-anak para petani itu. Ternyata kemudian, permintaan senjata mainan ini kian hari kian banyak. Akhirnya, pabrik itu berhenti memproduksi dan menjual penggilingan, lalu beralih menjadi perusahaan pembuat senjata dengan nama Daisy Manufacturing Company, Inc.

    BB Gun segera menjadi tren di kalangan anak muda Amerika, tapi mencemaskan bagi para orang tua. Banyak orang tua melarang anak-anak mereka memiliki BB Gun. Alasannya, meskipun hanya mainan, ada juga yang sampai terluka karena senjata itu. Mungkin itu sebabnya BB Gun tak berkembang sampai pada tahun 1970-an.

    Pada tahun1970-an itu, muncullah yang dinamakan senjata airsoft, pengembangan dari BB Gun. Senjata airsoft dibuat untuk meredam kekhawatiran para orang tua sambil tetap memenuhi hasrat anak-anak yang ingin merasa menjadi tentara. Peluru timah pun diganti peluru plastik. Kemudian, teknologi pelontar diganti dengan teknologi gas yang dimampatkan (mirip pada senjata dalam permainan paintball).

    Meski asal-muasal senjata airsoft dari Amerika, permainan ini marak di Jepang. Berbeda dengan di Amerika yang para airsofter-nya para remaja, penggemar airsoft di Negeri Sakura umumnya orang dewasa. Orang pun berteori bahwa itulah cara orang Jepang berkompensasi atas kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang memproduksi senjata. Juga, warga Jepang dilarang memiliki senjata api.

    Era 1980 - 1990

    Untuk memenuhi permintaan yang cukup tinggi, bermunculanlah industri rumah tangga pembuat senjata airsoft. Di antara industri rumah tangga itu, yang terkenal yakni Asahi, Falcon Toy Corp., Maurushin, Maruzen, dan Toytec.
    Semakin lama, senjata airsoft makin mirip aslinya, dan sejumlah kelemahan pun bisa dipecahkan. Misalnya, sampai akhir 1980-an, senjata mainan itu dirasa kurang praktis karena kompresi gas yang ada pada senjata itu tidak praktis. Seorang pemain harus membawa banyak tabung gas agar senjata bisa digunakan dengan baik. Selain itu, daya pampatan gasnya juga kurang andal melontarkan peluru dalam jarak jauh, dan jalannya peluru sering tidak akurat.

    Pada awal 1990-an, keluhan para serdadu pura-pura itu mendapat solusi dengan kemunculan auto-electric guns (AEG). Pelontar gas diganti dengan pelontar motor listrik yang mendapat energi dari baterai. Teknologi ini dirasa lebih praktis meski tak bisa digunakan ketika hujan. Sejak saat itulah boleh dikata permainan airsoft mulai marak, terutama di Jepang dan Hong Kong, diikuti negara-negara Eropa, Amerika, dan akhirnya sampai juga di Indonesia.

    Era 2000 - Sekarang

    Di awal 2000, bersamaan dengan semakin impresifnya dandanan tentara asli, membuat perkembangan airsoftgun semakin menjadi, kita tahu, di era 1980-1990 perkembangan senjata dana gears tentara asli stganan, tidak banyak berkembang dan berubah. karna sejatinya, dunia airsoft berbanding lurs dengan dunia militer pada umumnya, mengingat airsoft (baik unit, gears, dan asesoris) adalah replika dari tentara asli.

    di era ini juga banyak pabrikan yang semakin serius terjun ke dunia airsoft, tidak terkecuali beberapa pabrikan senjata asli, mereka membangun divisi kusus untuk memproduksi unit airsoft, yang tentunya sangat berbeda dalam hal mekanisme dan bahan pembuatan. dan beberpa pabrikan airsoft mulai berani unjuk gigi di pameran mainan berskala internasional, bahkan ada beberapa yg sudah berani ikut serta dalam pameran persenjataan kelas dunia!!. ini bukti bahwa pasar airsoft, adalah pasar yg terus tumbuh tiap tahunnya.

    Di tahun 2000 an juga menjadi tonggak beberpa organisasi Airsoft di negeri ini, karna mau tidak mau, hobi ini mudah sekali di kambing hitamkan dan disalahgunakan oleh orang yang belum paham betul inti dari airsoft. organisasi2 ini membentuk perwakilan di tiap daerah, mengontrol aturan, regulasi dll, supaya bisa terlihat perbedaan mana yg airsofter terdidik di tiap organisasi dan oknum koboi yang memanfaatkan bentuk fisik unit airsoft untuk tindakan yang melawan hukum.

    Agenda acara permainan airsoft pun seudah mulai padat, biasanya, untuk acara skirmish rutin tiap club diadakan setiap hari minggu, sebelum era 2000 an ini, mungkin acara permainan airsoft untuk level daerah saja hanya 1 atau 2 tiap 6 bulannya, tapi sekarang, ada hampir 2-3 event tingkat daerah per 2 bulan, bahkan tingkat nasional pun sekarang sudah diagendakan.

    Ini semua tak lepas dari perjuanga para organisasi dan club untuk terus mengenalkan airsoft kepada masyarakat umum dana tentunya kepada pihak berwajib sebagai mitra, karena tak jarang dan kebanyakan pemberitaan miring tentang penyalah gunaan airsoft memukul rata tiap airsoft sebagai tertuduh, namun, gencarnya sosialisasi tiap organisasi kepada masyarakat umum, semakin mebuka mata bahwa penyalahgunaan selama ini bukan dari ulah airsofter itu sendiri, melaikna dari para oknum saja, 

    untuk tulisan saya berikutnya, saya akan membahas tentang perbedaan apa itu airsoft, airgun dan tujuan mereka diproduksi.

    Salah satu contoh toko penjual unit, gears dan asesoris di luar negeri