Wednesday, 27 July 2016

Apa itu Airsoft? Apa itu Airgun? Temukan Perbedaan nya!!

Yups, ulasan saya yang kedua ini tentang perbedaan dari dua saudara kandung beda ibu ini, hehehe, kenapa kok saya sebut saudara kandung? karena pada dasarnay mereka ini sama2 replika dari senjata asli nya, tapi keduanya punya perbedaan yang sangat mendasar, mari kita simak satu persatu

Bentuk BB/Peluru

Ini inti sebenernya dari semua perbedaan yang ada, penggunaan peluru (dalam airsoft langsung disebutkan dengan kata BB). Airsoft diciptakan untuk sarana bermain perang2an atau Wargame, sudah tentu membutuhkan peluru yang solid tapi tetap tidak mematikan dengan ukuran laju lontaran yang rendah, maka digunakanlah peluru plastik bulat atau yang sering disebut dengan Ball Bearing atau BB, untuk airsoft, sebenarnya ada 2 ukuran diameter untuk BB, 6mm dan 8mm, dengan pembagian berat yang berbeda, mulai 0.12gr, 0.2gr, 0.28gr, 0.3gr dll. Akan tetapi penggunaan BB 8mm sudah sangat jarang ada sehingga banyak airsofter yang hanya tau tentang BB ukuran 6mm saja, dan perlu di ingat lagi, bahwa airsoft hanya menggunakan BB yang terbuat dari Plastik atau material sejenis yang aman digunakan dalam permainan simulasi peperangan (tentunya dengan aturan dan standar pemakaian safety gear yang ketat). 


Perbandingan Fisik dari BB 6 mm dan 8 mm
Sekarang kita bahas tentang peluru airgun, ada beberapa kontroversi yang menyatakan bahwa semua unit replika yang menggunakan bb diluar 6 dan 8 mm (BB Plastik) adalah termasuk airgun, mengesampngkan jenis pendorongnya. kata2 itu memang ada benarnya tapi menjadi kontroversi bila kita bicara pendorongnya, green gas atau co2, karna ada unit hybrid yg menyertakan magazine co2 dan green gas sekaligus! tentunya dengan alasan kusus, kita akan bahas di sub segmen berikutnya, kembali lagi ke penggunaan peluru airgun, dalam airgun dikenal dengan istilah peluru metal/gotri, dengan diameter 4.5mm dan 6mm (what?! ada 6mm nya juga?? tenang, peluru ini bukan BB plastik 6mm, tapi gotri metal 6mm). peluru gotri ini saya juga belum tau apakah pembeda dalam beratnya atau cuman satu jenis saja, yang sering digunakan itu beratnya 0.33g. selain itu, ada beberapa jenis airgun yang menggunakan peluru mimis 4.5mm, alias peluru yang jamak digunakan oleh senapan angin. Airgun ini tidak bisa, saya ulangi TIDAK BISA dipakai dalam permainan simulasi peperangan, karna sifatnya yang Lethal alias mematikan. 
Contoh Gotri Metal AIRGUN 4.5dan 6 mm

Tenaga Penggerak

Kita mulai dari airsoft ya, karena dalam airsoft ada banyak jenis dan rupanya.

1. AEG (Automatic Electric Gun)
Aeg ini menggunakan tenaga penggerak Batere untuk menggerakan piston dan akhirnya melontarkan BB, menggunakan Gearbos (Gb) Metal. jenis ini yang jamak dimiliki para airsofter, selain karena jenisnya yang paling banyak, perawatan dan harga nya tidak semahal yang menggunakan green gas, biasanya berkapasitas bb melimpah dalam tiap magazine nya, aeg ini pun mempunyai beberapa pengelompokan lagi, diantaranya :

 Mekanisme dalam AEG gearbox V2.


- LPEG (Low Preasure Electric Gun)
LPEG ini pada intinya sama dengan AEG, baik jenis tenaga penggerak dan mekanismenya, perbedaannya terletak pada material gearbox dan part penggerak lainnya, menggunakan part yang lebih lemah, sehingga daya lontar BB nya lebih rendah dari AEG, menggunakan BB 0,12gr yang lebih ringan dari BB lain nya.

- NBB (Non Blowback)
Pada dasarnya semua AEG adalah NBB, yupss. bisa diartikan bahwa NBB adalah tanpa gaya tolak balik (blowback), kecuali beberapa seri yang nanti kita bahas setelah ini. Tapi pada kenyataan nya istilah NBB disematkan kepada replika Handgun berpenggerak batere, 
- EBB (Electric Blowback)
Benar!! Ini adalah kebalikan dari NBB, pada unit jenis EBB, di sertakan fitur tolak balik alias Blowback, jadi sensasi yang dirasakan airsofter penggunannya lebih banyak, namun ada beberapa keluhan dari para user EBB, karna mekanisme blowback ini ternyata sedikit banyak mengorbankan kecepatan laju dari BB, jadi ada keunggulan dan kekurangannya.

2. SPRING AIRSOFT (Atau Spring saja)
Nah, temen2 waktu kecil dulu pernah gak beli mainan tembak2an pake peluru bulet, sekali kokang sekali tembak, harganya terjangkau banget, betulllll... itu termasuk jenis airsoft loh, namanya Spring (Pegas), dinamakan Spring karena memang tenaga pendorongnya adalah mekanisme pegas yang menggerakan piston, tapi eits jangan salah, ada loh jenis airsoft spring yang harganya berju jut menyamai harga sebuah unit pendorong gas, jenisnya adalah Spring Bolt Action, jenis ini digunakan oleh airsoft replika Sniper Rifle, yang mekanisme senjata aslinya pun sama2 sekali kokang, sekali Tembak.
Spring powered Bolt Action Airsoft 

3. GBB/GBBR (Gas Blowback/Gas Blowback Rifle)  
Ini adalah jenis airsoft yang feelnya bisa dikatakan paling mirip dengan real steelnya, coba bayangkan, tanpa bunyi dinamo atau berisiknya gearbox, ada suara letusan dan yang pasti, blowbacknya yang bikin ketagihan, once you blowback, you'll never go back!! Tapi dibalik semua ke "wah" an nya, pasti ada konsekuensi lebih bagi para penggunanya, seperti mahalnya green gas, minimnya jumlah BB dalam tiap magnya (coba bandingkan, rata2 isi BB mag M4 AEG adalah 200-300 butir, sedangkan untuk mag m4 GBBR hanya 30-40 butir!), belum lagi harga part yang pastinya sedikit lebih mahal dari jenis yang lain, menggunakan penggerak gas untuk menggerakan piston, jenis gas yang dipakai adalah green gas.
Mekanisme Kerja GBB
Berikutnya kita masuk ke mekanisme Airgun : 

Airgun dalam sekala umum hanya menggunakan satu jenis saja, yaitu gas CO2 yang disimpan dalam tabung kecil ukuran 12 gram, sebesar jempol manusia dewasa. Satu tabung bisa digunakan sampai beberapa kali tembakan penuh, namun, tabung ini sebagaimana green gas, tidak dapat diisi ulang, memang ada kontroversi beberapa pabrikan airsoft yang menyertakan magazine untuk co2 bersama dengan magazine green gas, seperti pada salah satu pabrikan asal taiwan untuk seri KP nya, namun, penyertaan magazine co2 ini bukan berarti merubah airsoft gbb menjadi airgun, karena pabrikan menyertakan mag co2 untuk para pengguna di negara dengan suhu rendah, seperti beberapa negara di eropa, di suhu rendah, green gas tidak begitu maksimal. sehingga membutuhkan penggerak yg lebih mumpuni, tapi apakah aman menggunakannya di negara tropis? jawabannya ada di tiap safety marshal dalam organisasi yang ada, karna sebelum melakukan simulasi, pasti diadakan pengukuran laju menggunakan chrono, bila batasan keselamatan tidak terlampaui, masih aman kok, dan juga, unit airsoft hybrid ini, meskipun menggunakan co2, tetap tidak sekencanh airgun dalam melontarkan peluru.
 
 Salah satu contoh Unit Airgun dan Gotri 4,5mm nya

Tabung gas CO2 12 gram


Batasan FPS (Feet Per Second)

Jujur saja, ini masih menjadi kontoversi, karna beberpa klub menggunakan patokan FPS berbeda, tapi untuk airsoft, kisarannya antara 400-500fps, karna ditembak dengan BB kecepatan segitu sudah bisa meninggalkan bekas dan rasa sakit yg lumayan kerasa (bangetttt, hehehehe). nah sedangkan untuk airgun, tidak ada batasan FPS, karena semakin cepat FPS, maka semakin baguslah airgun itu.

Contoh Chrono machine

sekian dulu ya ulasan kali ini, untuk berikutnya akan kita ulas tentang pabrikan Airsoft legendaris dan peraturan permainan airsoft di seluruh dunia......


No comments:

Post a Comment