Sunday, 24 July 2016

Sejarah Awal Permainan Airsoft gun

Awal Kemunculan

Permainan ini berawal dari wilayah Jepang di awal tahun 1970, seperti kebanyakan permainan kreatif lainnya, jepang adalah negara yang penduduknya punya totalitas dan integritas tinggi dalam segala hal, pun demikian dengan hobi.
Mereka berusaha menyalurkan hobi dan cita-cita yang selama ini hanya mereka pendam, mengingat menjadi seorang prajurit tidak semua orang yg bisa dan mampu

Inilah yang disebut permainan Airsoft War, berkembang di Jepang sejak 10 tahun silam. Sedangkan senjata permainan ini berumur lebih tua lagi: dari tahun 1886. Pada abad ke-19 itu, Clarence Hamilton—seorang penemu asal Plymouth, Amerika Serikat—menawarkan sebuah mainan mirip pistol betulan dengan peluru bola timah berukuran kecil dan pelontar berupa udara yang dimampatkan, kepada sebuah pabrik pembuat penggilingan.

Mulanya, senjata mainan yang dinamakan BB Gun itu (BB merupakan singkatan dari ball bearing) dijadikan bonus yang diberikan kepada para petani yang membeli penggilingan, hadiah bagi anak-anak para petani itu. Ternyata kemudian, permintaan senjata mainan ini kian hari kian banyak. Akhirnya, pabrik itu berhenti memproduksi dan menjual penggilingan, lalu beralih menjadi perusahaan pembuat senjata dengan nama Daisy Manufacturing Company, Inc.

BB Gun segera menjadi tren di kalangan anak muda Amerika, tapi mencemaskan bagi para orang tua. Banyak orang tua melarang anak-anak mereka memiliki BB Gun. Alasannya, meskipun hanya mainan, ada juga yang sampai terluka karena senjata itu. Mungkin itu sebabnya BB Gun tak berkembang sampai pada tahun 1970-an.

Pada tahun1970-an itu, muncullah yang dinamakan senjata airsoft, pengembangan dari BB Gun. Senjata airsoft dibuat untuk meredam kekhawatiran para orang tua sambil tetap memenuhi hasrat anak-anak yang ingin merasa menjadi tentara. Peluru timah pun diganti peluru plastik. Kemudian, teknologi pelontar diganti dengan teknologi gas yang dimampatkan (mirip pada senjata dalam permainan paintball).

Meski asal-muasal senjata airsoft dari Amerika, permainan ini marak di Jepang. Berbeda dengan di Amerika yang para airsofter-nya para remaja, penggemar airsoft di Negeri Sakura umumnya orang dewasa. Orang pun berteori bahwa itulah cara orang Jepang berkompensasi atas kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang memproduksi senjata. Juga, warga Jepang dilarang memiliki senjata api.

Era 1980 - 1990

Untuk memenuhi permintaan yang cukup tinggi, bermunculanlah industri rumah tangga pembuat senjata airsoft. Di antara industri rumah tangga itu, yang terkenal yakni Asahi, Falcon Toy Corp., Maurushin, Maruzen, dan Toytec.
Semakin lama, senjata airsoft makin mirip aslinya, dan sejumlah kelemahan pun bisa dipecahkan. Misalnya, sampai akhir 1980-an, senjata mainan itu dirasa kurang praktis karena kompresi gas yang ada pada senjata itu tidak praktis. Seorang pemain harus membawa banyak tabung gas agar senjata bisa digunakan dengan baik. Selain itu, daya pampatan gasnya juga kurang andal melontarkan peluru dalam jarak jauh, dan jalannya peluru sering tidak akurat.

Pada awal 1990-an, keluhan para serdadu pura-pura itu mendapat solusi dengan kemunculan auto-electric guns (AEG). Pelontar gas diganti dengan pelontar motor listrik yang mendapat energi dari baterai. Teknologi ini dirasa lebih praktis meski tak bisa digunakan ketika hujan. Sejak saat itulah boleh dikata permainan airsoft mulai marak, terutama di Jepang dan Hong Kong, diikuti negara-negara Eropa, Amerika, dan akhirnya sampai juga di Indonesia.

Era 2000 - Sekarang

Di awal 2000, bersamaan dengan semakin impresifnya dandanan tentara asli, membuat perkembangan airsoftgun semakin menjadi, kita tahu, di era 1980-1990 perkembangan senjata dana gears tentara asli stganan, tidak banyak berkembang dan berubah. karna sejatinya, dunia airsoft berbanding lurs dengan dunia militer pada umumnya, mengingat airsoft (baik unit, gears, dan asesoris) adalah replika dari tentara asli.

di era ini juga banyak pabrikan yang semakin serius terjun ke dunia airsoft, tidak terkecuali beberapa pabrikan senjata asli, mereka membangun divisi kusus untuk memproduksi unit airsoft, yang tentunya sangat berbeda dalam hal mekanisme dan bahan pembuatan. dan beberpa pabrikan airsoft mulai berani unjuk gigi di pameran mainan berskala internasional, bahkan ada beberapa yg sudah berani ikut serta dalam pameran persenjataan kelas dunia!!. ini bukti bahwa pasar airsoft, adalah pasar yg terus tumbuh tiap tahunnya.

Di tahun 2000 an juga menjadi tonggak beberpa organisasi Airsoft di negeri ini, karna mau tidak mau, hobi ini mudah sekali di kambing hitamkan dan disalahgunakan oleh orang yang belum paham betul inti dari airsoft. organisasi2 ini membentuk perwakilan di tiap daerah, mengontrol aturan, regulasi dll, supaya bisa terlihat perbedaan mana yg airsofter terdidik di tiap organisasi dan oknum koboi yang memanfaatkan bentuk fisik unit airsoft untuk tindakan yang melawan hukum.

Agenda acara permainan airsoft pun seudah mulai padat, biasanya, untuk acara skirmish rutin tiap club diadakan setiap hari minggu, sebelum era 2000 an ini, mungkin acara permainan airsoft untuk level daerah saja hanya 1 atau 2 tiap 6 bulannya, tapi sekarang, ada hampir 2-3 event tingkat daerah per 2 bulan, bahkan tingkat nasional pun sekarang sudah diagendakan.

Ini semua tak lepas dari perjuanga para organisasi dan club untuk terus mengenalkan airsoft kepada masyarakat umum dana tentunya kepada pihak berwajib sebagai mitra, karena tak jarang dan kebanyakan pemberitaan miring tentang penyalah gunaan airsoft memukul rata tiap airsoft sebagai tertuduh, namun, gencarnya sosialisasi tiap organisasi kepada masyarakat umum, semakin mebuka mata bahwa penyalahgunaan selama ini bukan dari ulah airsofter itu sendiri, melaikna dari para oknum saja, 

untuk tulisan saya berikutnya, saya akan membahas tentang perbedaan apa itu airsoft, airgun dan tujuan mereka diproduksi.

Salah satu contoh toko penjual unit, gears dan asesoris di luar negeri



No comments:

Post a Comment